Inkulturasi Budaya, Hukum dan Teologi Kristen sebagai Fondasi Konservasi Laut untuk Keberlanjutan Ekosistem dan Keadilan Ekologis

Authors

  • Amirrudin Zalukhu Cipanas Theological Seminary, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.46495/sdjt.v14i2.305

Keywords:

Konservasi Laut, Inkulturasi Budaya, Keadilan Ekologis

Abstract

Pendekatan konservasi yang hanya mengandalkan regulasi formal sering kali gagal menyentuh dimensi budaya dan emosional masyarakat pesisir yang hidup bergantung pada laut. Dengan mengintegrasikan kearifan lokal dan nilai-nilai spiritual yang menghormati laut sebagai ciptaan yang sakral, upaya pelestarian dapat menjadi lebih berkelanjutan karena melibatkan partisipasi aktif dan kesadaran moral komunitas setempat. Penelitian ini mengkaji inkulturasi budaya, hukum, dan teologi Kristen dalam upaya konservasi laut untuk mewujudkan pemulihan ekosistem yang berkeadilan. Pendekatan kualitatif digunakan dengan metode studi literatur dan analisis kasus terhadap praktik konservasi berbasis komunitas, seperti Sasi Laut di Maluku, Panglima Laot di Aceh, dan Awig-Awig di Bali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sinergi antara hukum adat dan hukum negara dapat meningkatkan efektivitas pengelolaan sumber daya laut. Selain itu, teologi Kristen tentang pemeliharaan ciptaan menegaskan tanggung jawab moral gereja dan umat Kristen dalam menjaga keseimbangan ekologis. Oleh karena itu, model konservasi berbasis harmoni budaya, regulasi hukum, dan spiritualitas Kristen dapat menjadi pendekatan yang holistik dan berkelanjutan. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat adat, dan gereja menjadi kunci dalam mewujudkan keadilan ekologis bagi generasi mendatang.

References

Adhitama, Satria. “Konsep Tri Hita Karana dalam Ajaran Kepercayaan Budi Daya.” Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan 20, no. 2 (2020): 29–45.

Aswani, Shankar, Xavier Basurto, Sebastian Ferse, Marion Glaser, Lisa Campbell, Joshua E. Cinner, Tracey Dalton, et al. “Marine Resource Management and Conservation in the Anthropocene.” Environmental Conservation 45, no. 2 (2018): 192–202.

Bassey, Samuel Akpan. “Technology, Environmental Sustainability and the Ethics of Anthropoholism.” Przestrzen Spoleczna 20, no. 2 (2020): 85–110.

Chandravanshi, Ritesh, Mahendra Pal, and Vagh Sarman. “Impacts of Climate Change on Marine Biodiversity.” Journal of Entomology and Zoology Studies 7, no. 2 (2019): 425–430.

Dwi Abrianto Matteuw, Jetty E. T.Mawara, Mahyudin Damis. “Upacara Adat Tulude pada Masyarakat Tahuna Kepulauan Sangihe.” Jurnal Holistik 16, no. 3 (2023): 1–20.

Elly Irhana Savitri, Surya Wiranto, Endro Legowo. “Peran Panglima Laot dalam Meningkatkan Ketahanan Sosial Masyarakat Pesisir Aceh.” Jurnal Education and development 10, no. 2 (2022): 46–53.

Feri Rinaldi, Ayesha Shahnaz Aurelia Pakpahan, Ahmad Ansyari Siregar. “Dinamika Konflik Antara Hukum Adat dan Hukum Positif di Era Globalisasi.” JLEB: Journal of Law Education and Business 2, no. 4 (2024): 1406–1613.

Ferre, Godfried San, and Jois Yohanes Rumansara. “Mendesak Peran Aktif Gereja Merawat Ekosistem Laut: Sebuah Pelajaran Penting dari Masyarakat Marao Biak.” DIEGESIS: Jurnal Teologi Kharismatika 6, no. 2 (2023): 115–137.

Harwanto, Dody Candra. "Memaknai Inkulturasi dalam Pendidikan Seni dan Konservasi." Tonika: Jurnal Penelitian dan Pengkajian Seni 1, no. 1 (2018): 40–50

Haulussy, Rais Rahman, Najamuddin, Rabihatun Idris, and Andi Dody May Putra Agustang. “The Sustainability of the Sasi Lola Tradition and Customary Law (Case Study in Masawoy Maluku, Indonesia).” International Journal of Scientific and Technology Research 9, no. 2 (2020): 5193–5195.

Irma Juliana, Nindi Laili Safitri, and Wulan Fadillah. “Pemaknaan Tradisi Petik Laut bagi Masyarkat Pesisir.” TUTURAN: Jurnal Ilmu Komunikasi, Sosial dan Humaniora 1, no. 2 (2023): 218–232.

Joseph, Altje. “Pemberdayaan Nelayan di Jemaat GMIM Kapernaum Minanga Tiga Wilayah Pusomaen.” Educatio Christi 3, no. 2 (2022): 30–43.

Kristiani Purwendah, Elly. “Konsep Keadilan Ekologi dan Keadilan Sosial dalam Sistem Hukum Indonesia Antara Idealisme dan Realitas.” Jurnal Komunikasi Hukum 5, no. 2 (2021): 139–151.

Kurnia, Ida. "Implementasi Pembangunan Berkelanjutan dalam Pemanfaatan Sumber Daya Perikanan di ZEE Indonesia." Jurnal Hukum Prioris 6, no. 1 (15 Juni 2017): 1–12.

Maria, Heni, Maria Ayu Andira, Despy Pallu, Indah Sari, dan Heni Maria. "Merajut Spiritualitas dan Lingkungan: Tinjauan Teologis Terhadap Keselamatan Alam." Jurnal Silih Asih 1, no. 2 (2024): 10–18.

Mery Delvina, Eni Kamal, Abdul Razak, Widya Prarikeslan. “Pengelolaan Wilayah Pesisir Berbasis Masyarakat Lokal: Literature Review.” Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu 2, no. 10 (2024): 407–415.

Mustika, Rima. "Dampak Degradasi Lingkungan Pesisir Terhadap Kondisi Ekonomi Nelayan: Studi Kasus Desa Takisung, Desa Kuala Tambangan, Desa Tabanio." Jurnal Dinamika Maritim 6, no. 1 (2017): 28-34.

Mulyatno, C. B. “Religiosity and Socio-Ecological Spirituality of Indonesian Community According to Y. B. Mangunwijaya.” International Journal of Science and Society 2, no. 2 (2020): 394–409.

Nche, George C., Lawrence N. Okwuosa, and Theresa C. Nwaoga. “Revisiting the Concept of Inculturation In a Modern Africa: A Reflection on Salient Issues.” HTS Teologiese Studies / Theological Studies 72, no. 1 (2016): 1–6.

Pangihutan, Posman, and Demsy Jura. “Ecotheology and Analysis of Christian Education in Overcoming Ecological Problems.” International Journal of Science and Society 5, no. 1 (2023): 13–27.

Phelan, Anna, Lisa Ruhanen, and Judith Mair. “Ecosystem Services Approach for Community-Based Ecotourism: Towards an Equitable and Sustainable Blue Economy.” Journal of Sustainable Tourism 28, no. 10 (2020): 1665–1685.

Puspita, Maya. “Kearifan Lokal dalam Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut Hukum Adat Laot dan Lembaga Panglima Laot di Nanggroe Aceh Darussalam.” Sabda : Jurnal Kajian Kebudayaan 3, no. 2 (2017): 1–15.

Rahardjo, Mudjia. Pendekatan Kualitatif dengan Metode Studi Literatur dan Analisis Kasus. Malang: Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, 2017.

Ridwan, M. “Konversi Hukum Adat Dalam Sistim Hukum Sumber Daya Laut di Indonesia.” Dialektika 15, no. 2 (2020): 43–72.

Risey junia, Ie Lien. “Mengenal Hukum Adat Awig-Awig di dalam Desa Adat Bali.” Jurnal Hukum dan HAM Wara Sains 2, no. 9 (2023): 828~844.

Saiful, dan Ruban. “Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut Berbasis Kearifan Lokal di Negeri Haruku Kabupaten Maluku Tengah.” Jurnal IPTEKS PSP 8, no. 2 (Oktober 2021): 70–81.

Sorloy, Cidra Wati, Jenny Kristiana Matuankotta, dan Novyta Uktelseja. "Penerapan Hukum Adat Sasi Laut Dalam Melindungi Kelestarian Sumberdaya Alam Laut di Desa Waria Kecamatan Aru Utara Timur Kabupaten Kepulauan Aru." TATOHI: Jurnal Ilmu Hukum 3, no. 3 (3 Juni 2023): 235–248

Sihotang, Hendry L W, Dewi Jani Affandi, and Andreas L Rantetampang. “Membangun Kesadaran Ecotheology Melalui Tridharma Panggilan Gereja.” Matheo: Jurnal Teologi/Kependetaan 13, no. 1 (2023): 19–30.

Souhaly, Robert. “Sasi Adat Kajian Terhadap Pelaksanaan Sasi Adat dan Implikasinya.” KENOSIS: Jurnal Kajian Teologi 2, no. 2 (2018): 192–205.

Stella, Stella. “Pengaruh Hukum Adat dalam Penyelesaian Sengketa Adat di Pengadilan Hukum Adat.” Jurnal Hukum dan HAM Wara Sains 2, no. 09 (2023): 894–903.

Watson, Rebecca S. “The Sea and Ecology.” The Oxford Handbook of the Bible and Ecology, 2022.

Yulianingsih, Wiwin, Frans Simangunsong, and Muh. Arief Syahroni. “Awig-Awig Management of Marine and Fisheries Resources West Lombok.” International Journal Of Community Service 2, no. 4 (2022): 460–464.

Yuono, Yusup Rogo. "Melawan Etika Lingkungan Antroposentris Melalui Interpretasi Teologi Penciptaan Sebagai Landasan Bagi Pengelolaan-Pelestarian Lingkungan." Jurnal Fidei 2, no. 1 (2019): 183–203.

Zebua, Okniel, Asokhiwa Zega, Ratna Dewi Zebua, Destriman Laoli, Januari Dawolo, Betzy Victor Telaumbanua. “Krisis Biodiversitas Perairan: Investigasi Solusi Berbasis Komunitas Untuk Pemulihan Ekosistem Aquatik.” Manfish: Jurnal Ilmiah Perikanan dan Peternakan 2, no. 2 (2024): 69–79.

Website:

Paroki Karawaci Gereja St. Agustinus. "Sampah Plastik." Paroki Karawaci Gereja St. Agustinus, 19 Januari 2020. Diakses 31 Mei 2025. https://santoagustinus.id/sampah-plastik/.

Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia. "Pdt. Rasely Sinampe, MTh: Tanam Satu Bibit Pohon Lebih Bermakna Daripada Banyak Teori." PGI, 11 November 2024. Diakses 31 Mei 2025. https://pgi.or.id/pdt-rasely-sinampe-mth-tanam-satu-bibit-pohon-lebih-bermakna-daripada-banyak-teori/.

RRI. "Lestarikan Lingkungan, Pemuda GKI Nunia Menanam Pohon Mangrove." RRI. Diakses 31 Mei 2025. https://www.rri.co.id/daerah/428508/lestarikan-lingkungan-pemuda-gki-nunia-menanam-pohon-mangrove.

Taufik. "Demi Pemberdayaan Ekonomi Jemaat, GPM Canangkan Gerakan 'GPM Menanam' pada 11 September." Satu Maluku, 8 September 2021. Diakses 25 April 2025. https://www.satumaluku.id/2021/09/demi-pemberdayaan-ekonomi-jemaat-gpm.html.

Published

2025-06-26

How to Cite

Zalukhu, A. (2025). Inkulturasi Budaya, Hukum dan Teologi Kristen sebagai Fondasi Konservasi Laut untuk Keberlanjutan Ekosistem dan Keadilan Ekologis. SANCTUM DOMINE: JURNAL TEOLOGI, 14(2), 251–274. https://doi.org/10.46495/sdjt.v14i2.305

Issue

Section

Articles

Citation Check