Menantang Tafsir Tradisional

Lima Gadis Bodoh sebagai Pihak yang Tertindas dalam Matius 25:1-13

Authors

  • Gebrile Mikael Mareska Udu Fakultas Teologi Universitas Sanata Dharma, Indonesia
  • Bernadus Dirgaprimawan Fakultas Teologi Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.46495/sdjt.v14i2.314

Keywords:

Matius 25:1-13, Gadis Bodoh, Historis-Kritis, Ketidakadilan Sosial-Budaya

Abstract

Penafsiran terhadap Matius 25:1-13 selama ini cenderung bersifat negatif terhadap karakter kelima gadis yang bodoh. Hal ini mungkin merupakan dampak dari pendekatan alegoris yang dominan, yang sering menempatkan kelima gadis tersebut sebagai pihak yang tidak siap sedia dalam menyambut. Namun, dalam studi ini, penulis menawarkan pembacaan ulang dengan menggunakan metode historis-kritis untuk mengungkap situasi yang sebaliknya. Penelitian ini bertujuan menunjukkan bahwa kelima gadis yang bodoh sebenarnya adalah korban dari perlakuan kelima gadis yang disebut "bijaksana," yang pada hakikatnya tidak menunjukkan kebijaksanaan. Melalui analisis konteks historis dan sosio-budaya yang melatarbelakangi teks, studi ini berupaya menantang penafsiran tradisional yang telah mapan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa dinamika kekuasaan dan ketidakadilan sosial turut membentuk narasi ini, sehingga kelima gadis yang bodoh lebih tepat dipahami sebagai pihak yang tertindas. Penelitian ini tidak hanya memberikan perspektif baru tetapi juga mengajak pembaca untuk mempertimbangkan kembali makna teks secara lebih holistik.

References

Adamczewski, Bartosz. The Gospel of Matthew: A Hypertextual Commentary. Berlin: Peter Lang, 2017.

Becher, Rabbi Mordechai. “The Jewish Wedding Ceremony.” Accessed February 25, 2025. https://ohr.edu/judaism/articles/wedding.pdf.

Blickenstaff, Marianne. “While the Bridegroom Is with Them: Marriage, Family, and Violence in the Gospel of Matthew”. Journal for the Study of the New Testament Supplement Series 292. London New York: T&T Clark International, 2005.

Bitrus Nuhu. “View of Justification to Sanctification for Glorification: Analysis of Matthew 25:1-13 with Implications on African Church Lifestyle.” Lafia Journal of Religion and Humanities 3 (June 2023): 116–26.

C. Oden, ed, Thomas. Ancient Christian Commentary on Scripture. Downers Grove: Intervarsity Press, 2022.

Dale Burner, Frederick. Matthew: A Commentary, Volume 2- The Churchbook (Matthew 13-28). Grand Rapids: William B. Eerdmans Publishing Company, 2024.

Diaz N., Bartholomeus. “Pemahaman Konsep Dan Keterlibatan Dalam Penginjilan Berdasarkan Matius 28:18 – 20.” Jurnal Koinonia 8, no. 2 (Desember 2016).

Dien, Riedel Schwarz Gesler, and Valentino Reykliv Mokalu. “Metode Ilmiah dalam Sejarah Tafsir Alkitab dan Implikasinya terhadap Pendidikan Agama Kristen.” EDUKATIF : Jurnal Ilmu Pendidikan 4, no. 2 (March 31, 2022): 3058–66.

Harun, Martin. Matius Injil Segala Bangsa. Yogyakarta: Kanisius, 2017.

John H. Hayes and Carl R. Holladay. Biblical Exegesis_ A Beginner’s Handbook. Atlanta: Westminster John Knox Press, 2022 .

Lumoindong. “Analisis Frasa Nomina Dalam Cerita Alkitab 5 Gadis Pintar Dan 5 Gadis Bodoh.” AL MIKRAJ Jurnal Studi Islam Dan Humaniora 5 (December 2024): AL MIKRAJ: Jurnal Studi Islam dan Humaniora.

Meng-hun Goh. “Prudent Are the Mission-Centered A Structural Exegesis of Matthew 25:1–13.” Taiwan Journal of Theology 48 (2021): 1–40.

Nursantosa, Andre Putranto. “Kapan Allah Membuat Segalanya Indah: Misteri Waktu dalam Kitab Pengkhotbah 3:11.” MELINTAS 33, no. 2 (July 13, 2018): 157–84.

“Rabbinic-Judaism.” Accessed March 20, 2025. https://www.britannica.com/topic/Rabbinic-Judaism.

Robin Joynes. “While We Wait: The Foolishness of Scarcity, the ‘Devalued Other,’ and Pedagogies of ‘Becoming’ A Socioeconomic Reading of Matthew 25:1-13.” The Ecumenical Review 71 (October 2019): 497–504.

Ruauw, Paskalita Kimberly Jaclin, and Vanny N. South. “Peran perempuan dalam Silsilah Yesus: Kajian Hermeneutik Matius 1:1-17 dan Implikasinya Bagi Jemaat.” Educatio Christi 4, no. 2 (July 10, 2023): 276–300.

Painter, John. Theology as Hermeneutics: Rudolf Bultmann’s Theology of the History of Jesus. London: Bloomsbury Academic, 2015.

Sanjaya, V. Indra. Penafsiran Alkitab dalam Gereja. Revisi. Yogyakarta: Kanisius, 2020.

Santoso, Agus, Pujiastuti Elizabeth Sindoro, and Bobby Kurnia Putrawan. “Out of the Shadows of Patriarchy: The Struggle for Women’s Liberation in the Holy Bible.” Pharos Journal of Theology, no. 103(2) (November 2022):1-13.

Satlow, Michael L. Jewish Marriage in Antiquity. Princeton: Princeton University Press, 2001

Siburian, Carel Hot Asi. “Lateness Eschatology: Analisis Kritis atas Keterlambatan Kedatangan Mempelai Laki-laki dalam Matius 25:1-13.” Jurnal Teologi Berita Hidup 6, no. 2 (April 20, 2024): 495–509.

———. “Mengungkap ‘Visi Kejahatan’ dalam Perumpamaan Sepuluh Gadis (MAT. 25:1-13).” Manna Rafflesia 10, no. 2 (May 11, 2024): 339–55.

Silalahi, Haposan. “Merekonstruksi Konteks Sosial Komunitas Injil Matius.” TE DEUM 8, no. 2 (June 2019).

Sinambela, Pison, Pelita Hati Surbakti, and Esther Widhi Andangsari, “Mengingat Masa Lalu di Saat Krisis: Pemaknaan terhadap Sosok Anak Kecil dalam Matius 18:2,” Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi, Pendidikan Agama Kristen dan Musik Gereja 5, no. 2 (October 29, 2021): 209–223.

Singer, Isidore. “Jewish Encylopedia.” Accessed February 25, 2025.

Witherington, Ben. Matthew– Smyth & Helwys Bible Commentary Series. Pake Road: Smyth & Helwys Pub., 2018.

Wonte, Yemdin. “Ketegaran: Suatu Analisis Historis-Kultural terhadap Iman Perempuan Kanaan dalam Matius 15:21-18.” Tumou Tou 2, no. 2, (July: 2015):68-83.

Yasin, Agus, and Ahmad Faizin Soleh. “Etika Talmud Babilonia terhadap Non-Yahudi.” Journal on Education 5, no. 3 (February 22, 2023): 10364–76.

Published

2025-06-26

How to Cite

Udu, G. M. M., & Dirgaprimawan, B. (2025). Menantang Tafsir Tradisional: Lima Gadis Bodoh sebagai Pihak yang Tertindas dalam Matius 25:1-13 . SANCTUM DOMINE: JURNAL TEOLOGI, 14(2), 339–354. https://doi.org/10.46495/sdjt.v14i2.314

Issue

Section

Articles

Citation Check