Makna Kasih dalam Imamat 19:18 menurut Tinjauan Etika Deontologis Immanuel Kant

Authors

  • Tabitha Laras Wasti Septaningrum Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga, Indonesia
  • Merry Kristina Rungkat Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.46495/sdjt.v15i1.346

Keywords:

Love, Leviticus 19:18, Deontological Ethics, Immanuel Kant, Moral Duty

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menafsirkan makna kasih dalam Imamat 19:18 melalui perspektif etika deontologis Immanuel Kant, sebuah prinsip moral yang menekankan tanggung jawab terhadap sesama tanpa pamrih. Pendekatan etika deontologis Kant digunakan untuk menyoroti dimensi kewajiban moral dalam perintah kasih tersebut, di mana tindakan moral dinilai bukan dari akibatnya, melainkan dari motivasi yang bersumber pada rasa hormat terhadap hukum moral. Melalui analisis tekstual dan refleksi filosofis, penelitian ini menunjukkan bahwa kasih dalam Imamat 19:18 tidak sekadar merupakan emosi interpersonal, melainkan suatu bentuk ketaatan etis yang berakar pada kesadaran akan kehendak Allah sebagai sumber moralitas. Dengan demikian, konsep kasih Alkitabiah sejalan dengan prinsip Kantian tentang tindakan moral yang dilakukan demi kewajiban, bukan demi keuntungan pribadi. Artikel ini diharapkan memperkaya dialog antara teologi biblika dan filsafat moral modern, serta menawarkan pemahaman etis yang lebih mendalam tentang kasih sebagai dasar kehidupan religius dan sosial.

References

Adon, Mathias Jebaru, dan Antonius Denny Firmanto. “Makna Belas Kasih Allah dalam Hidup Manusia Menurut Henri J. M. Nouwen.” Dunamis: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani 6, no. 2 (2022): 581–601.

Adu, Bismark Owusu-Sekyere, dan Morris Ayaa Mensah. “Examination of Aspects of Deontological and Teleological Theories That Promote Professional Practice.” International Journal of Academic Research in Accounting, Finance, and Management Sciences 13, no. 3 (2023): 40–43.

Bosman, Hendrik L. “Loving the Neighbour and the Resident Alien in Leviticus 19 as Ethical Redefinition of Holiness.” Old Testament Essays 31, no. 3 (2018): 571–590.

Durasa, Helfra. “Telaah Filsafat Moral Immanuel Kant dan Urgensinya dalam Pendidikan.” Jurnal Filsafat Indonesia 6, no. 2 (2023): 231–237.

Efesus Suratman, dan Sadrakh Sugiono. “Implementasi Ajaran Kasih dalam Mewujudkan Sila Persatuan Indonesia di Tengah-tengah Kemajemukan.” Phronesis: Jurnal Teologi dan Misi 6 (2023): 18–31.

Georges, Djone, Nicolas Tirza Manaroinsong, Lasino J. W. Putro, Lastri, dan Yustisia Siregar Hutagalung. “The Irony of the Crisis of Love in Today’s Christ Followers.” Jurnal Multidisiplin Madani (MUDIMA) 2, no. 2 (2022): 2479–2496.

Harris, R. Laird, Gleason L. Archer Jr., dan Bruce K. Waltke, eds. Theological Wordbook of the Old Testament. Chicago: Moody Press, 1980.

Kant, Immanuel. Groundwork of the Metaphysics of Morals. Diedit dan diterjemahkan oleh Mary Gregor dan Jens Timmermann. Cambridge: Cambridge University Press, 2012.

Kartika, Budi, dan Kalis Stevanus. “Menggagas Kasih Allah sebagai Dasar Penginjilan Gereja Masa Kini Menurut Roma 5:8–11.” Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika 6, no. 1 (2023): 130–148.

Knohl, Israel. The Sanctuary of Silence: The Priestly Torah and the Holiness School. Minneapolis: Fortress Press, 1995.

Kristanti, Diana, Magdalena Magdalena, Remi Karmiati, dan Ayang Emiyati. “Profesionalitas Yesus dalam Mengajar tentang Kasih.” Didaché: Journal of Christian Education 1, no. 1 (2020): 35–48.

Magnis-Suseno, Franz. 13 Tokoh Etika. Yogyakarta: Kanisius, 2018.

Magnis-Suseno, Franz. Etika Dasar: Masalah-Masalah Pokok Filsafat Moral. Sleman: Kanisius, 2016.

Mawarnis. “Moralitas Immanuel Kant dalam Kasus Body Shaming di Media Sosial.” Jurnal Pemikiran Islam 3, no. 3 (2023): 11.

Rachels, James. Filsafat Moral. Yogyakarta: Kanisius, 2004.

Rahmatullah, Azam Syukur. “Pendidikan Cinta Kasih Anak dalam Perspektif Filsafat Ilmu.” Jurnal Filsafat Indonesia 4, no. 1 (2021): 72–77.

Reda, Mikhael Valens Boy Yosefino Rhiti, dan Siprianus Soleman Senda. “Spirit Cinta Kasih Yesus sebagai Prinsip Utama Komunitas Umat Basis Menurut Teks Markus 12:28–34.” Citizen: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia 5, no. 5 (2025): 1309–1316.

Riofuku, Akira. “Etika Pemadam Kebakaran: Ditinjau dari Etika Deontologis Immanuel Kant dan Etika Tanggung Jawab Emmanuel Levinas.” Jurnal Dekonstruksi 9, no. 1 (2023): 114–121.

Sagala, Eddis. “Makna Memenuhi Hukum Taurat Menurut Rasul Paulus.” Areopagus: Jurnal Pendidikan dan Teologi Kristen 17, no. 3 (2019).

Solomon, Robert C. Etika: Suatu Pengantar. Diterjemahkan dari Ethics: A Brief Introduction. Jakarta: Erlangga, 1987.

Strong, James. Entri kata אהב (ʾāhēb) dalam Strong’s Exhaustive Concordance of the Bible. Dianalisis menggunakan BibleWorks, versi 8. Norfolk, VA: BibleWorks, LLC, 2012.

Sulistyono, Tabah. “Filsafat Manusia Menurut Muhammadiyah.” Profetika: Jurnal Studi Islam 17, no. 2 (2016): 50–58.

Tarigan, Iwan Setiawan, Maria Widiastuti, dan Warseto Freddy Sihombing. “Hukum Kasih sebagai Fondasi Hidup Kristen Sejati.” Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen 6, no. 1 (2022): 143–160.

Tjahjadi, Simon Lili. Hukum Moral: Ajaran Immanuel Kant tentang Etika dan Imperatif Kategoris. Yogyakarta: Kanisius, 1991.

Verkuyl, J. Etika Kristen: Bagian Umum. Diedit oleh Soegiarto. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2020.

Woda, Angelo Luciani Moa Dosi. “Makna Kasih Persaudaraan Kristiani (Refleksi Teologis–Spiritual–Praktis).” Jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat (JURRAFI) 3, no. 3 (2024): 176–195.

Wood, Allen W. Kantian Ethics. Cambridge: Cambridge University Press, 2008.

Wright, Christopher J. H. Old Testament Ethics for the People of God. Downers Grove, IL: IVP Academic, 2004.

Zed, Mestika. Metode Penelitian Kepustakaan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, 2008.

Published

2025-12-27

How to Cite

Tabitha Laras Wasti Septaningrum, & Rungkat, M. K. (2025). Makna Kasih dalam Imamat 19:18 menurut Tinjauan Etika Deontologis Immanuel Kant. SANCTUM DOMINE: JURNAL TEOLOGI, 15(1), 211–226. https://doi.org/10.46495/sdjt.v15i1.346

Issue

Section

Articles

Citation Check